CSR

Thursday, 23 July 2020 11:46

PT OSS Komitmen Rekrut Ribuan Tenaga Kerja Lokal Sultra

Written by
Rate this item
(0 votes)
PT Obsidian Stainless Steel (OSS) berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal
Perusahaan tetap menciptakan lapangan kerja untuk ribuan tenaga kerja lokal, adanya TKA yang akan datang nantinya, tidak menutup lapangan kerja untuk masyarakat lokal. Jumlah tenaga kerja lokal akan terus bertambah seiring berkembangnya proyek pembangunan 33 tungku smelter diperusahaan," ungkap External Affairs Manager PT VDNI dan PT OSS, Indrayanto, Sabtu, 9 Mei 2020.

Indrayanto mengungkapkan, 500 TKA asal Tiongkok itu merupakan tenaga teknis dan bekerja secara temporer secara bergantian dan bukan untuk waktu yang lama. Mereka adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku smelter, untuk produksi dan mempertahankan operasional di lapangan, saat ini sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli.

"Jadi, 500 TKA itu adalah sebagian besar karyawan (dari pihak) kontraktor yang mempunyai skill untuk memasang alat produksi, Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali ke Tiongkok. Paling lama tiga bulan. Tenaga ahli itu paling lama bekerja sekitar 6 bulan. jika bisa lebih cepat lagi misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang," ungkap Indrayanto. Namun, kata dia (Indrayanto) dengan pertimbangan terbitnya Permenhub Nomor 25 tahun 2020 serta permintaan dari instansi terkait untuk menunda rencana tersebut, maka pada tanggal 24 Aprill 20020, perusahaan memutuskan untuk menunda kedatangan TKA tersebut.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun, khusus untuk bekerja di 33 itu, VDNI dan OSS membutuhkan kurang lebih 3.000 hingga 4.000 karyawan lokal untuk bekerja sebagai tenaga operator, administrasi dan lainnya, sesuai dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hingga saat ini, VDNI dan OSS tercatat telah mempekerjakan sekitar 11,000 karyawan lokal. untuk yang bekerja diluar VDNI dan OSS seperti kontraktor, supplier, tenaga kerja di pelabuhan, ada sekitar 20 ribu orang,,

"Dengan tidak terinstalnya alat yang ada di 33 tungku itu, telah berdampak pada karyawan lokal yang telah direkrut sebelumnya, bisa ada kemunkinan ereka dirumahkan dahulu tanpa mendapatkan gaji, atau bahkan bisa PHK. Tentunya hal ini tidak kami harapkan, perusahaan juga berusaha agar hal ini tidak terjadi" jelasnya,.
Read 208 times Last modified on Tuesday, 04 August 2020 09:43
Login to post comments